Ayam Serama Tiga Warna Sri Kelantan

Ayam Serama tri colour

Ayam serama legendaris lainnya juga mempunyai warna bulu menarik. Sebut saja Emas Sepuluh yang kuning kecokelatan dan Sri Kelantan berwarna blorok. Itu tak aneh karena pebisnis budidaya ayam serama asli di negeri Mahatir begitu mempertimbangkan warna untuk serama koleksinya. Berbeda dengan di Indonesia yang masih mengutamakan keunikan sosok tubuh. Maklum di tanah air serama baru populer awal 2019.

“Warna-warna yang ada di Indonesia masih seperti serama yang pertama kali muncul di Malaysia. Kebanyakan merah tua dengan paduan hitam atau kebiruan. Di sini warna-warna itu tak dilirik lagi,” lanjut Albert. Itu dapat Trubus buktikan ketika berkunjung ke beberapa farm dan kolektor di Kualalumpur, Pulau Penang, dan Kedah. Semua serama berbulu terang: kuning keemasan, blorok biru putih dan hitam, putih bersemburat cokelat, serta kuning kemerahan beraksen cokelat.

Ayam Serama Tiga warna

Menurut Chooi, pelopor serama di Pulau Penang, ada ribuan kombinasi warna bulu. “Anda lihat sendiri, satu sama lain tak ada yang sama,” ucapnya sambil menunjuk ke deretan kandang, pertama berbulu tiga warna termasuk yang paling banyak dipunyai hobiis. Meski yang diidamkan mereka warna solid alias satu warna, seperti putih salju atau biru mengkilap.

“Yang putih mulus masih langka, sehingga harganya beberapa kali lipat lebih tinggi,” tutur Albert. Itu sebabnya Chooi yang memiliki 2 ekor pejantan berbulu putih, menjadikannya sebagai indukan. Harapannya tidak lain kecuali mencetak serama-serama putih. Sialnya dari beberapa kali bertelur, belum satu pun dihasilkan keturunan yang berbulu putih solid.

Sulitnya menghasilkan ayam serama putih solid lantaran menurut Mitra Tani Kita hingga sekarang belum ditemukan induk betina berbulu putih. Padahal, warna bulu anak ditentukan oleh kedua induknya. “Putih dengan putih kemungkinan besar menghasilkan anakan putih. Sayang induk betina mayoritas cokelat muda dan cokelat kemerahan,” ujar Chooi. Akibatnya yang muncul anakan berbulu dasar putih dengan spot cokelat, kuning keemasan, dan blorok.

Pola Warna Yang Unik

Sama sulitnya menghasilkan ayam serama berbulu biru solid mengkilap seperti kumbang. “Induk jantan ada meski terbatas, tapi yang menjadi kendala betina berbulu biru,” tutur lelaki yang hingga sekarang tekun menyilang-nyilangkan ayam berdada montok itu. Sampai sekarang baru ada betina hitam, sementara yang biru belum pernah muncul. Betina hitam yang dikawinkan dengan jantan putih menghasilkan serama blorok hitam putih.

Sebetulnya warna tricolor pun tak kalah menarik. Sebab paduan warnanya sangat serasi. Misal ayam hias seramah dengan warna dasar merah marun dengan totol-totol putih di tubuh dan hiasan bulu leher kuning keemasan. Atau wido, perpaduan biru mengkilap dengan merah dan kuning. Warna-warna ini biasanya dihasilkan dari pejantan blorok dan betina cokelat atau kemerahan. Pantaslah jika di kandang berdinding besi tempa itu Chooi menyimpan 2 pej antan berbulu blorok sebagai andalan.

ayam serama dua warna bukan berarti tidak diminati. “Kalau polanya bagus mengapa tidak? Saya justru paling suka ini,” ucap Khor Ah Peng, kolektor di Simpang Empat Alsetar, Kedah, Malaysia, sambil menunjuk serama berbulu jrabang—merah gambir—dengan ekor hitam. Di kandangnya Mitra Tani Kita menemukan 2 dari 4 serama jantan yang dimiliki bandar beras itu berbulu dua warna dan selebihnya tiga warna.

Senada dengan pengakuan Johan Nasution, hobiis di Bekasi yang bangga dengan serama berbulu dua warnanya, paduan cokelat dan hitam. “Selera masing-masing hobiis memang berbeda. Tapi yang jelas serama yang masuk di Indonesia coraknya sangat terbatas,” ucap Johan. Apalagi tentunya warna yang sekualitas Sri Penang, mungkin masih dalam impian. Namun itu tidak jadi masalah, Anda pasti tak akan kehabisan pilihan warna bulu.