Di Balik Meriahnya Bunga di Istana Merdeka

gambar bunga

Gembira dan gelisah bercampur baur dalam hati Iin Hasim usai bertemu dengan Kris Danubrata, staf khusus Presiden. Gembira lantaran ia berkesempatan mendekor istana untuk peragaan HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2003. Pemilik Inkarla Nursery itu mendapat bagian mempercantik 30 tiang lampu hias dan koridor di halaman istana dengan tanaman gantung. Gelisah lantaran waktu persiapan hanya 2 bulan terhitung Juni 2003.

Otak Iin Hasim segera berputar mencari bunga yang akan ditampilkan. Ingatannya melayang pada Floriade 2002 di Belanda. Di ajang pameran bunga terbesar di dunia itu. beberapa nurseri menampilkan kreasi tanaman gantung yang sangat mengagumkan. Salah satunya bola bunga berdiameter 1 m yang penuh pacar air (Impatiens balsamina) dan petunia hibrida. Juga ada yang berbentuk kerucut setinggi 2 m. Iin yang sempat mengintip cara pembuatannya mengadopsi untuk menyemarakkan Istana.

Kesibukan Inkarla Nursery di Cibodas, Cianjur, pun dimulai. Sebagian staf dikerahkan membuat “pot” berupa besi berbentuk kerucut terbalik. Bentuk lain pot berdiameter 40 cm diberi 3 lubang selebar 10 cm. Supaya tanaman gantung membentuk bola, Iin memesan 200
keranjang bambu berdiameter 30 cm dan 45 cm dari perajin di pelosok Cianjur. Disiapkan pula 90 cantelan besi tempat menggantung tanaman di tiang lampu hias.

Nantinya pot-pot itu diisi satu jenis tanaman atau kombinasi beberapa tanaman. Yang ditanam tunggal seperti petit tunia 3 warna, thousand bells, pelargonium, impatien, dan verbena. Petit tunia, thousand bells—keduanya hibrida petunia—dan lili paris keriting pendatang paling gres di Inkarla Nursery. Tanaman gantung itu dibawa dari Belanda setahun silam. Dalam tempo 1 tahun, koleksi mencapai 2.000 pot sepanjang 30—50 cm, cukup banyak untuk mempercantik Istana. Koleksi lama seperti pelargonium dan petunia tak ketinggalan ikut ditampilkan.

Dari nurseri lain, Bina Usaha Flora di Cipanas, dipilih impatien, nephenta, verbena, bromelia, dan lipstik plant. Tanaman-tanaman itu dikombinasikan sehingga bervariasi.

Begitu tiba Inkarla Nursery bunga-bunga itu langsung dirangkai dalam pot-pot yang baru dibikin. Supaya tidak rusak karena kehujanan, seluruh tanaman ditempatkan dalam rumah plastik 10 m x 10 m yang sengaja dibangun.

Penanaman

Pot besi kerucut terbalik setinggi 30 cm dan lebar 30 cm diberi dinding dari potongan kaso-kasoan. Di dalamnya diisi selaginella—lumut hutan—kering sebagai penahan media agar tidak terbuang saat disiram. Media berupa campuran sekam bakar dan serbuk sabut kelapa dengan perbandingan 2:1. Permukaan atas ditanami beberapa nepentha yang menjuntai hingga 150 cm menutupi sisi wadah. Hijaunya nepentha dipadukan begonia bunga merah di bagian atas, sehingga semarak. Ada 10 pot serupa yang digantung berdampingan.

Untuk keranjang bambu cara penanaman relatif sama. Bedanya, selain ditanam di mulut pot, dinding wadah juga ditanami. Lihat saja petit tunia yang menyelimuti wadah. Supaya rimbun 1 pot dibenamkan 18—25 tanaman. Selain petit tunia ada juga keranjang bambu yang ditanami verbena dan geranium.

Pot kian atraktif dengan kombinasi beberapa tanaman. Ada lagi bola impatien yang mengambil pola bendera Indonesia. Varietas merah ditanam di bagian atas dan putih di bagian bawah. Kombinasi lain: begonia, lili paris keriting, pakis, dan geranium di 1 pot.

Perawatan

Usai dibentuk, rangkaian tanaman itu kemudian digantung di bawah naungan rumah plastik. Permukaan tanah ditutup plastik supaya rumput tidak tumbuh, sekaligus menghilangkan cipratan tanah saat penyiraman. Agar berpenampilan prima mereka dirawat intensif.

Tanaman disiram manual dengan mengocorkan air menggunakan selang langsung ke permukaan media. Itu dilakukan hati-hati supaya tidak mengenai bunga. Bila tersiram atau terkena cipratan air bunga rusak.

Pemupukan diberikan dengan melarutkan 600 g NPK dalam 100 1 air. Untuk merangsang berbunga frekuensi pemupukan 2 hari sekali. Setiap pot mendapat jatah 200 ml air. Dua minggu sebelum hari-H. Beberapa tanaman seperti petunia lokal disemprot paklobutrazol. Itu supaya cepat terbentuk bunga dan ruas pendek-pendek,— maklum petunia lokal cenderung tumbuh memanjang. Perlakuan itu diterapkan 2 minggu sebelum hari-H. Setelah tampil prima, tali gantungan pot diganti dengan rantai aluminium.

Pengangkutan tanaman ke Istana Merdeka juga bukan hal mudah. Tiga bus kota berpendingin dan 4 truk dikerahkan untuk mengangkut 90 pot tanaman gantung dan 1.200 kantong pelargonium. Semua kursi bus dicopot. Lalu, bagian atas dipasang bambu tempat menggantung tanaman. Konvoi kecil itu bergerak perlahan dari Cibodas, Cianjur, agar tidak berayun-ayun.

Hasilnya, semua tanaman gantung tampil prima pada HUT Kemerdekaan di Istana Merdeka. Karyanya dikagumi ratusan undangan. (Syah Angkasa)