Pusat Kajian Buah Tropis Kembangkan Buah Nanas azzuri bertekstur smooth dan renyah

Nanas azzuri

Dewi keberuntungan pun menyambangi Sobir Phd dan Ir Arif Nasution MS. Kedua periset dari Pusat Kajian Buah Tropis (PKBT) IPB itu sukses menemukan Nanas azzuri. Mahkota buah pun tanpa duri sehingga mudah ditangani. Nanas unggul itu dihasilkan dalam waktu singkat, 3 tahun.

Lazimnya, penelitian untuk menghasilkan silangan baru unggul membutuhkan waktu di atas 10 tahun. Itu karena umur nanas yang ditanam dari bibit asal mahkota buah rata-rata berumur 18 bulan atau 1,5 tahun.

Sementara nanas asal biji berumur 28 bulan. Untuk mendapatkan silangan unggul dibutuhkan perkawinan dan penanaman , asal biji berkali-kali yang memakan waktu lama.

“Penelitian pemuliaan seperti judi Untung untungan Teori hanya meminimalkan perjudian agar sesuai dengan keinginan kita,” tutur Sobir, kepala Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika (PKBT), Bogor itu. Makanya Sobir menganggap penemuan Nanas azzuri dalam waktu 3 tahun seperti mendapat lotere.

Nanas azzuri memang luar biasa unggul. Ia ibarat nanas impian yang ditunggu-tunggu kalangan perbuahan nasional. Mahkota buah tak berduri seperti smooth cayenne, jenis nanas olahan paling terkenal. Sementara rasa seperti nanas bogor dan nanas palembang. Kedua nanas itu tergolong tipe queen, nanas konsumsi segar yang terkenal karena manis, renyah, dan harum.

Sayang, queen punya beberapa kelemahan: mahkota berduri dan bermata dalam Nanas azzuri memadukan sifat unggul dari smooth cayenne dan queen. “Manis, renyah, dan harum. Mahkota buah tak berduri. Mata pada buah juga dangkal sehingga mudah dikupas,” kata Ir Arif Nasution, MS, yang juga dosen Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia, Makassar itu. Mahkota tak berduri disukai konsumen karena mudah dipilih. Mata datar membuat buah gampang dikupas dan sedikit bagian yang terbuang.

Terobosan besar

Menurut Rudi Sendjaya, pemilik Toko Buah Segar, di Cibubur, Jakarta Timur, kehadiran Nanas azzuri membalikkan anggapan selama ini. “Itu terobosan besar. Nanas yang enak rasanya identik dengan 2 hal: banyak duri di mahkota dan bermata dalam,” tuturnya. Ananas comosus itu kian istimewa karena hati buah (empulur alias bagian inti buah, red) empuk.

Penelitian untuk menghasilkan Nanas azzuri dimulai pada 2003. Sebanyak 72 tetua anggota keluarga Bromeliaceae ditanam di sebuah kebun penelitian di Bogor. Tetua terdiri dari 40 smooth cayenne dan 32 queen. Dari situlah dilakukan 200 kali penyilangan dengan 2 kombinasi. Jantan smooth cayenne dan betina queen, serta sebaliknya jantan queen dan JL betina smoth cayenne.

Dari perkawinan itu hanya 186 persilangan yang berhasil memunculkan buah. Biji-biji dari buah itu dikecambahkan pada awal 2004. Setelah 28 bulan, buah dengan beragam varian dipanen. “Benar-benar beruntung, hanya 1 buah yang betul-betul unggul.

Yang ‘ain beragam. Ada yang buahnya hijau dan berukuran mini. Daun pun ada yang belang-belang,” kata Arif. Toh, satu yang terbaik itu layak menjadi primadona. Kini Nanas azzuri tengah diperbanyak secara massal dengan teknik kultur jaringan. Diharapkan 5 tahun mendatang ia mulai dikebunkan secara massal.

Hasil ekspolarasi

Tak hanya Nanas azzuri, nanas istimewa yang dikoleksi PKBT. Banyak varian nanas yang ditemukan Sobir saat berkunjung ke berbagai tempat di penjuru nusantara. Sebut saja nanas sarikaya di Kecamatan Samboja, Balikpapan.

Doktor jebolan Universitas Okayama, lepang, itu menduga nanas sarikaya masih saudara dekat nanas palembang. Karena sifatnya itu sarikaya cocok bagi pekebun yang mempunyai lahan bergambut.

Nun di Cikampek, Jawa Barat, juga ada queen hijau. Menurut Sobir, meski tergolong queen, ia berpotensi menjadi incaran mania buah. Hatinya lembut dan manis seperti nanas papua. Bentuknya pun silindris.

Sementara nanas obelum lebih kecil. Nanas hijau disukai konsumen karena bermata datar. “Wah, luar biasa. Hanya saja, warnanya mesti direkayasa lagi menjadi lebih jingga,” kata Rudi Sendjaja yang pernah mencicip queen hijau.

Menurut Sobir, nanas itu sebetulnya punya sejarah sama yaitu berasal dari Amerika Latin. Nanas terbaik baik smooth cayenne maupun queen dari sana masuk ke Indonesia pada abad XVII. Setiba di tanahair mereka ditanam di berbagai tempat dengan iklim dan kesuburan berbeda.

Akibatnya terjadi pergeseran sifat yang membuat kualitas beragam. Oleh karena itu, untuk mendapatkan jenis-jenis unggul dan stabil kegiatan eksplorasi dan penyilangan mutlak dilakukan. Itu supaya muncul Nanas azzuri-Nanas azzuri lain yang tak kalah unggul.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *